PKKMB 2024: Awal Petualangan Inovasi dan Kepemimpinan di Telkom University Surabaya
Nama: Muhammad Arya Putra Samudera
Nim: 102062400015
Prodi / Fakultas: sisfor/FRI
Instigator : 18 - RICHARD FEYNM
Telkom University Surabaya dengan semangat penuh memperkenalkan Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), memberikan pengenalan yang mendalam tentang visi, misi, dan nilai-nilai universitas yang akan menjadi panduan bagi mahasiswa selama perjalanan akademik mereka. Selama tiga hari penuh kegiatan intensif, mahasiswa baru disuguhkan dengan berbagai aspek budaya kampus, layanan pendukung, teknologi mutakhir, serta persiapan mental yang krusial untuk menghadapi tantangan global di era digital ini.
Hari 1: Penghayatan Budaya dan Pendidikan di Telkom University
Hari pertama PKKMB dibuka dengan suasana penuh antusiasme, di mana Prof. Dr. Tri Arief Sardjono, S.T., M.T., selaku Direktur Telkom University Surabaya, memberikan sambutan hangat. Dalam sambutannya, Prof. Tri Arief menyampaikan gambaran menyeluruh tentang Telkom University, sebuah institusi yang dikenal sebagai pelopor dalam bidang inovasi teknologi dan pendidikan berkualitas. Beliau menekankan bahwa universitas ini tidak hanya berfokus pada mencetak lulusan yang siap memasuki dunia kerja, tetapi juga berkomitmen menciptakan pemimpin masa depan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi pesat di era Revolusi Industri 4.0 dan bersiap menuju Era 5.0.
Beliau juga menekankan pentingnya integrasi antara teknologi dan pendidikan, yang tidak hanya mendorong inovasi tetapi juga kolaborasi lintas disiplin ilmu. Dalam konteks ini, Telkom University bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa agar memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif yang diperlukan untuk sukses di masa depan.
Budaya Higher Education Institution (HEI)
Sesi berikutnya mengupas budaya Higher Education Institution (HEI) yang menjadi landasan nilai-nilai di Telkom University. HEI menitikberatkan pada integritas, kolaborasi, dan keunggulan dalam setiap aspek kehidupan akademik. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan keterampilan lunak seperti kepemimpinan, komunikasi efektif, dan etika profesional. HEI juga melibatkan mahasiswa dalam berbagai kegiatan yang mendorong pemikiran kreatif, kemampuan bekerja dalam tim, serta pengoptimalan potensi akademis dan sosial mereka.
Di Telkom University, mahasiswa didorong untuk melihat kehidupan kampus lebih dari sekadar pembelajaran di ruang kelas. Kampus ini menjadi tempat untuk berkontribusi bagi masyarakat melalui inovasi dan pengabdian. Melalui pendekatan ini, mahasiswa diajak untuk mengembangkan perspektif holistik yang memadukan pencapaian akademik dengan pelayanan sosial.
Pemaparan Layanan Kemahasiswaan
Layanan Kesehatan:
Telkom University menyediakan fasilitas kesehatan yang lengkap, termasuk klinik kampus yang dilengkapi untuk menangani kondisi medis dasar hingga darurat. Selain itu, fasilitas ini bekerjasama dengan rumah sakit terdekat untuk memastikan mahasiswa memiliki akses ke perawatan spesialis bila diperlukan. Program kesehatan preventif juga diselenggarakan, termasuk vaksinasi dan seminar kesehatan, yang bertujuan untuk menjaga kesehatan mahasiswa secara proaktif.
Konseling Psikologis:
Memahami pentingnya kesehatan mental, universitas menyediakan layanan konseling yang dikelola oleh psikolog dan konselor profesional. Layanan ini dirancang untuk membantu mahasiswa yang mengalami tekanan akademik maupun masalah pribadi, seperti kesulitan adaptasi dengan lingkungan kampus atau masalah relasional. Selain sesi konseling individu, universitas juga mengadakan workshop dan seminar tentang manajemen stres, teknik relaksasi, dan pembentukan kebiasaan belajar yang efektif.
Fasilitas Olahraga dan Rekreasi:
Telkom University juga menyediakan berbagai fasilitas olahraga, termasuk lapangan sepak bola, lapangan basket, gym, dan kolam renang. Fasilitas ini tidak hanya mendukung kegiatan fisik mahasiswa tetapi juga digunakan untuk acara kompetitif dan rekreasi. Universitas ini memahami pentingnya keseimbangan antara aktivitas akademik dan fisik, oleh karena itu, disediakan instruktur dan program olahraga untuk membantu mahasiswa mengembangkan kesehatan fisik dan mental yang optimal.
Pemaparan Igracias, LMS, dan Puti
Igracias:
Platform digital Igracias adalah alat penting bagi mahasiswa untuk mengakses informasi akademik, mengelola jadwal, mendaftar mata kuliah, dan mengakses materi pembelajaran. Platform ini dirancang untuk mempermudah pengelolaan kehidupan akademik dari satu titik akses, mendukung transparansi dan efisiensi dalam komunikasi antara mahasiswa dan administrasi universitas.
Learning Management System (LMS):
LMS di Telkom University terintegrasi dengan kurikulum universitas dan menyediakan platform untuk dosen mengunggah materi kuliah, tugas, dan pengumuman. Ini juga memfasilitasi diskusi online, ujian, dan penilaian, membuat proses pembelajaran lebih interaktif dan dapat diakses dari mana saja.
Puti:
Aplikasi Puti mendukung kegiatan ekstrakurikuler dan non-akademik, seperti pendaftaran klub, organisasi mahasiswa, dan kegiatan sukarela. Puti juga menyediakan platform untuk mahasiswa mengelola proyek-proyek riset dan inovasi, mendukung kolaborasi antar disiplin ilmu, serta pengembangan profesional mahasiswa.
Materi Kesehatan Mental oleh Ibu Toetiek Septriasih, M.Psi
Dalam sesi yang disampaikan oleh Ibu Toetiek Septriasih, M.Psi, mahasiswa baru di Telkom University mendapatkan pemahaman mendalam mengenai pentingnya kesehatan mental sebagai komponen krusial dalam keberhasilan akademik dan kesejahteraan pribadi. Sesi ini fokus pada pembekalan alat dan sumber daya untuk mengelola stres, kecemasan, dan depresi—masalah-masalah yang sering muncul selama masa studi.
Pengenalan dan Pencegahan:
Ibu Toetiek memulai sesi dengan edukasi mengenai gejala umum gangguan kecemasan dan depresi, serta cara mengenali tanda-tanda awal ketidakseimbangan mental, baik pada diri sendiri maupun orang lain. Beliau menekankan pentingnya kesadaran diri dan literasi kesehatan mental sebagai langkah pertama dalam pencegahan.
Strategi Manajemen Stres:
Melalui kombinasi presentasi visual dan aktivitas interaktif, Ibu Toetiek mengajarkan teknik-teknik manajemen stres yang praktis, termasuk teknik pernapasan, mindfulness, dan meditasi. Beliau juga menekankan pentingnya kebiasaan tidur yang baik, pola makan sehat, dan jadwal belajar yang teratur sebagai bagian dari strategi menjaga kesehatan mental.
Sumber Daya Dukungan:
Sesi ini juga memperkenalkan berbagai sumber daya dukungan yang tersedia di kampus, termasuk konseling individu, workshop kesehatan mental, dan program bimbingan peer. Ibu Toetiek menjelaskan prosedur untuk mengakses layanan konseling dan mendorong mahasiswa untuk tidak ragu mencari bantuan profesional jika mengalami masalah kesehatan mental.
Pembentukan Komunitas Dukungan:
Selain itu, sesi ini menyoroti pentingnya membangun komunitas dukungan di antara mahasiswa, di mana mereka dapat saling membantu dan memberikan dukungan emosional. Ibu Toetiek mendorong mahasiswa untuk aktif dalam klub dan aktivitas sosial sebagai cara untuk membangun jaringan pendukung dan mengurangi perasaan isolasi.
Wawasan Kebangsaan: Menanamkan Semangat Nasionalisme
Sesi ini menggabungkan ceramah dan diskusi panel yang melibatkan beberapa dosen dan praktisi di bidang teknologi dan inovasi sosial. Fokusnya adalah bagaimana nilai-nilai nasionalisme dapat diintegrasikan dalam kerangka penggunaan teknologi untuk pembangunan sosial dan ekonomi Indonesia.
Teknologi sebagai Alat Pembangunan:
Para pembicara memaparkan contoh konkret bagaimana teknologi telah digunakan untuk mengatasi berbagai tantangan sosial di Indonesia. Contohnya termasuk inovasi di bidang agrikultur untuk meningkatkan produksi pangan, penggunaan teknologi informasi dalam pendidikan di daerah terpencil, serta penerapan sistem teknologi untuk memperkuat infrastruktur nasional.
Pengurangan Kesenjangan Sosial:
Diskusi ini juga menyoroti peran teknologi dalam mengurangi kesenjangan sosial dengan menyediakan akses yang lebih luas kepada pendidikan dan peluang ekonomi. Mahasiswa diperkenalkan dengan inisiatif-inisiatif yang telah berhasil memanfaatkan teknologi untuk memberdayakan komunitas marginal.
Kewarganegaraan Digital:
Komponen penting dari sesi ini adalah konsep 'kewarganegaraan digital', di mana mahasiswa diajak untuk memahami tanggung jawab mereka sebagai warga negara dalam menggunakan teknologi secara etis dan bertanggung jawab. Diskusi ini menyoroti bagaimana mahasiswa dapat berkontribusi pada pembangunan nasional melalui inovasi yang berkelanjutan dan inklusif.
Kontribusi Mahasiswa untuk Nasionalisme Teknologi:
Mahasiswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan ide-ide dan proyek yang dapat mendukung visi Indonesia 2045, sebuah inisiatif nasional untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur melalui penerapan teknologi yang inovatif dan inklusif. Sesi ini diakhiri dengan pesan bahwa sebagai generasi yang akan mengambil alih kepemimpinan di masa depan, mahasiswa Telkom University memiliki peran penting dalam memanfaatkan teknologi untuk kemajuan bangsa, sejalan dengan nilai-nilai nasionalisme dan kebhinekaan.
Hari 2: Menatap Masa Depan di Era 5.0
Hari kedua PKKMB mengangkat tema "Menatap Masa Depan di Era 5.0", dengan fokus pada pengembangan pola pikir yang resilien dan adaptif di tengah laju perubahan teknologi yang semakin cepat. Selain itu, pentingnya kecerdasan sosial dan empati dalam penggunaan teknologi juga menjadi bagian dari agenda hari ini.
Pengembangan Pola Pikir untuk Era 5.0
Sesi pertama hari ini dimulai dengan diskusi panel yang menghadirkan beberapa tokoh dari dunia pendidikan dan teknologi. Para pembicara membahas perubahan paradigma dalam pendidikan tinggi yang dipicu oleh cepatnya laju inovasi di era digital. Mereka menekankan bahwa teknologi tidak hanya mengubah cara belajar, tetapi juga cara berinteraksi dalam masyarakat. Di samping itu, mereka menyoroti pentingnya empati dan kecerdasan sosial untuk memastikan penggunaan teknologi yang bertanggung jawab dan inklusif.
Presentasi Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dan Pola Pikir Prestatif
Sesi berikutnya menekankan pentingnya pengembangan kemampuan akademis dan inovatif melalui Lomba Karya Tulis Ilmiah. Peserta diajak untuk mengembangkan ide-ide yang dapat memberikan solusi nyata terhadap masalah sosial, lingkungan, dan teknologi. Dalam konteks ini, mahasiswa dikenalkan dengan metodologi penelitian dasar, teknik penulisan proposal yang efektif, dan pentingnya berpikir kritis serta inovatif dalam menghadapi masalah.
Kesempatan ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga platform untuk melatih dan memperkuat pola pikir prestatif—kemampuan untuk melihat kegagalan sebagai bagian integral dari proses pembelajaran dan inovasi.
Materi “Embrace Your Confidence” oleh Bapak Tectony Rachman
Bapak Tectony Rachman, seorang ahli motivasi dan pengembangan diri, memimpin sesi dengan tema “Embrace Your Confidence”. Melalui sesi ini, beliau mengajak mahasiswa untuk memahami dan mengatasi hambatan psikologis yang sering menghalangi kesuksesan, seperti rasa takut akan kegagalan dan rasa rendah diri. Dengan berbagi pengalaman pribadi dan profesional, Bapak Tectony memberikan wawasan tentang cara-cara meningkatkan kepercayaan diri, menjaga sikap positif, serta strategi untuk menjaga kesehatan mental dan fisik sebagai aset penting dalam menghadapi tantangan akademik dan profesional.
Pada sesi hari ketiga PKKMB di Telkom University, mahasiswa baru diperkenalkan dengan dua tema besar yang sangat relevan dalam membentuk mahasiswa sebagai individu yang siap menghadapi tantangan masa depan: teknologi dan inovasi serta pencegahan kekerasan seksual, kode etik, dan syarat kelulusan. Penjelasan lebih komprehensif mengenai kedua topik ini adalah sebagai berikut:
Pemaparan Materi Teknologi dan Inovasi
Tema: "Forward-Thinking and Tech-Savvy Individuals are Ready for the Future"
Sesi ini bertujuan untuk memperkenalkan mahasiswa pada perkembangan teknologi terbaru serta inovasi yang telah dan sedang dikembangkan di Telkom University. Mahasiswa diberi wawasan tentang bagaimana teknologi dapat digunakan untuk memberikan solusi nyata terhadap tantangan di berbagai sektor, seperti pertanian, perikanan, dan pengembangan komunitas melalui konsep desa dan kota pintar.
Proyek Inovasi:
Smart Tani:
- Deskripsi Proyek: Smart Tani adalah proyek inovatif yang memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) untuk memantau dan mengatur kebutuhan air serta nutrisi bagi tanaman secara otomatis. Dengan menggunakan sensor yang tertanam di tanah, sistem ini dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya alam, memastikan tanaman tumbuh dalam kondisi terbaik tanpa membuang-buang air dan pupuk.
- Dampak dan Potensi: Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian di Indonesia, terutama di daerah yang memiliki keterbatasan akses terhadap sumber daya air. Selain itu, proyek ini juga memiliki potensi untuk mendukung petani lokal dalam menghadapi tantangan perubahan iklim melalui teknologi yang adaptif dan ramah lingkungan.
LeFeeder untuk Perikanan:
- Deskripsi Proyek: LeFeeder adalah alat pemberi pakan ikan otomatis yang dapat menyesuaikan frekuensi dan jumlah pakan berdasarkan kebutuhan ikan. Dengan sensor yang dipasang di kolam, alat ini dapat mendeteksi pola makan ikan dan memberikan pakan pada waktu yang tepat.
- Dampak dan Potensi: Proyek ini tidak hanya membantu meningkatkan efisiensi dalam budidaya ikan, tetapi juga mengurangi limbah pakan yang tidak dimakan yang dapat mencemari air. Dengan demikian, inovasi ini mendukung praktik perikanan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Smart Farming untuk Ayam:
- Deskripsi Proyek: Proyek ini mengintegrasikan teknologi IoT untuk memantau kesehatan dan kondisi ayam dalam peternakan. Sistem ini memastikan bahwa suhu, kelembaban, dan kondisi udara dalam kandang selalu optimal, yang sangat penting untuk pertumbuhan dan kesehatan ayam.
- Dampak dan Potensi: Teknologi ini memungkinkan peternak untuk meningkatkan produktivitas dan kesehatan ternak mereka, sekaligus mengurangi risiko penyakit yang sering kali dipicu oleh kondisi lingkungan yang buruk. Inovasi ini berpotensi menjadi model dalam pengembangan peternakan ayam modern yang lebih efisien dan produktif.
Pengembangan Desa dan Kota Pintar:
- Deskripsi Proyek: Telkom University bekerja sama dengan Adides dalam proyek pengembangan desa pintar, yang bertujuan untuk memajukan pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat melalui penerapan teknologi. Proyek ini melibatkan implementasi sistem manajemen sumber daya dan limbah berbasis teknologi untuk menciptakan desa yang lebih efisien dan mandiri.
- Dampak dan Potensi: Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik tetapi juga pada pengembangan sosial ekonomi masyarakat. Dengan memberdayakan komunitas lokal melalui teknologi, proyek ini dapat mengurangi kesenjangan antara daerah perkotaan dan pedesaan, serta menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan berkelanjutan.
Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual, Kode Etik, dan Syarat Kelulusan
Sesi ini memainkan peran kunci dalam membentuk kesadaran dan komitmen mahasiswa terhadap lingkungan akademik yang aman, etis, dan kondusif untuk pembelajaran.
Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS):
Dasar Hukum dan Prinsip:
- Telkom University mengikuti pedoman hukum yang ketat terkait pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan akademik. Kebijakan ini berprinsip pada keadilan dan kesetaraan gender, dengan fokus utama pada kepentingan terbaik korban. Universitas berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap laporan kekerasan seksual ditangani dengan serius dan segera, serta memberikan dukungan yang memadai kepada korban.
Sasaran PPKS:
- Program PPKS mencakup seluruh warga kampus, termasuk mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta masyarakat umum yang berinteraksi dengan universitas. Melalui pelatihan dan workshop, universitas berusaha untuk menanamkan kesadaran dan pengetahuan mengenai kekerasan seksual, serta mendorong partisipasi aktif dalam mencegah terjadinya kekerasan di lingkungan kampus.
Kode Etik dan Syarat Kelulusan:
Transkrip Aktivitas Kemahasiswaan (TAK):
- TAK mencatat semua aktivitas non-akademik mahasiswa, termasuk partisipasi dalam organisasi kemahasiswaan, kegiatan sosial, dan proyek komunitas. Aktivitas ini menjadi bagian penting dari syarat kelulusan, mendorong mahasiswa untuk terlibat aktif dalam kehidupan kampus dan pengembangan diri di luar kelas.
Indeks Keaktifan Kumulatif (IKK):
- IKK adalah bagian dari evaluasi kemahasiswaan yang mencakup keaktifan mahasiswa dalam berbagai kegiatan kampus. IKK menjadi indikator penting dalam menilai sejauh mana mahasiswa telah memanfaatkan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan interpersonal, kepemimpinan, dan kontribusi sosial yang akan mendukung kesuksesan mereka setelah lulus.
Keseluruhan sesi pada hari ketiga ini tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan teknologi tetapi juga pada penanaman nilai-nilai etika dan tanggung jawab sosial. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dipersiapkan untuk menjadi individu yang tidak hanya kompeten dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai moral dan etika, yang akan menjadi landasan mereka dalam berkontribusi pada masyarakat di masa depan.
Pesan dan Kesan PKKMB Telkom University Surabaya 2024
Ketika pertama kali menginjakkan kaki di kampus Telkom University Surabaya, saya langsung merasakan getaran penuh inspirasi—seolah setiap sudut kampus berbisik tentang inovasi dan potensi tak terbatas. PKKMB 2024 bukan sekadar orientasi; itu adalah gerbang menuju era baru, sebuah kesempatan di mana setiap sesi, setiap interaksi, membuka wawasan kami menuju masa depan yang penuh dengan peluang.
Pesan:
Dari hari pertama, antusiasme terasa meliputi setiap momen. Sambutan hangat dari para senior dan staf, penyampaian materi yang menggabungkan teori dengan aplikasi praktis, serta visi universitas yang jelas untuk masa depan teknologi dan inovasi, semuanya memberikan energi yang berbeda. Kami tidak hanya belajar tentang teori-teori yang akan kami pelajari lebih lanjut, tetapi juga tentang bagaimana menerapkan pengetahuan tersebut untuk memecahkan masalah nyata di masyarakat.
Sesi tentang kecerdasan sosial dan teknologi pada hari kedua membuka mata saya terhadap tanggung jawab sosial yang kami miliki sebagai generasi mendatang. Melihat bagaimana teknologi dapat digunakan untuk kebaikan umum, tidak hanya untuk membangun karir yang sukses tetapi juga untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan berkelanjutan, sangat memotivasi.
Kesan:
Pada hari ketiga, saat mendalami lebih jauh tentang inovasi yang dihasilkan oleh mahasiswa dan dosen—dari proyek Smart Farming hingga inisiatif Smart Village—saya merasa bangga dan terhormat bisa menjadi bagian dari komunitas akademik yang tidak hanya mengajarkan kami cara membuat perbedaan, tetapi juga memberikan alat untuk melakukannya. Keseriusan Telkom University dalam menangani isu-isu seperti kekerasan seksual dan pentingnya kode etik serta integritas akademik sangat menggugah. Hal ini menunjukkan bahwa kami berada di tempat yang tidak hanya mendorong kecemerlangan akademis tetapi juga menekankan keutuhan moral dan keadilan sosial.


Comments
Post a Comment